Friday, April 16, 2021

author photo

Daftar isi [Tampil]

Pangan merupakan sebuah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh manusia untuk bisa bertahan hidup. Sayangnya, kasus kelaparan menjadi isu yang terus menjadi perhatian karena masih banyak masyarakat yang mengalaminya. Selain itu, ada pula masalah kekurangan zat gizi mikro yang disebabkan karena asupan zat gizi dari menu yang dikonsumsi sehari-hari juga menjadi masalah lain yang menjadi perhatian. 


Fortifikasi dan Suplementasi, Dua Metode Mengatasi Kekurangan Gizi yang Tak Sama, Apa Saja Bedanya?


Masalah defisiensi zat gizi mikro ini kemudian diatasi dengan melakukan berbagai metode. Dua metode diantaranya yang sering digunakan adalah suplementasi dan fortifikasi. Apa sih sebenarnya kedua hal ini dan apa tujuan dilakukannya fortifikasi dan suplementasi ini?

Pengertian Fortifikasi dan Suplementasi 

Fortifikasi adalah proses menambahkan zat gizi tertentu ke dalam bahan-bahan pangan untuk meningkatkan mutu gizi pangan. Zat gizi yang ditambahkan ke dalam bahan pangan tersebut bisa satu jenis atau lebih zat gizi.

suplementasi pelengkap dalam makanan
suplementasi pelengkap dalam makanan

Sementara itu Suplementasi adalah sesuatu yang ditambahkan guna melengkapi atau menggantikan zat gizi yang hilang atau zat gizi yang tidak tercukupi dalam makanan. Umumnya suplemen ini berasal dari bahan alami tanpa ada tambahan zat kimia. 

Tujuan Fortifikasi dan Suplementasi 

Fortifikasi dilakukan dengan tujuan-tujuan seperti untuk mengembalikan zat-zat yang pada awalnya ada dalam jumlah banyak, namun setelah proses pengolahan zat-zat tersebut kemudian menghilang. Tujuan lain adalah untuk meningkatkan kualitas gizi dari suatu produk pangan olahan yang nantinya digunakan sebagai sumber makanan yang bergizi. 


Lihat pula: Brainking, Suplemen Otak untuk Kecerdasan Anak


Sedangkan suplementasi dilakukan dengan tujuan sebagai pelengkap zat gizi yang tidak tercukupi dari makanan yang dikonsumsi. Suplemen makanan yang diberikan pada proses suplementasi merupakan makanan pendamping, namun bukan ditujukan untuk pengganti makanan. Ada pula jenis suplemen yang dibuat dengan formula khusus untuk pengobatan.

Kelebihan dan Kekurangan 

Sebagai sebuah metode yang dilakukan untuk meningkatkan gizi, dua metode ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Fortifikasi misalnya, jika digunakan untuk jangka menengah hingga jangka panjang, metode ini adalah metode yang efektif untuk mengatasi masalah kekurangan gizi. Segmen yang dijangkau pun lebih luas dengan biaya yang rendah. Sayang kelemahannya adalah tidak bisa memenuhi sepenuhnya kebutuhan zat-zat yang dibutuhkan tubuh secara optimal.


Sedangkan untuk suplementasi, kelebihannya adalah lebih praktis, pilihannya beragam dan mudah didapat serta bisa mengontrol atau mengatur dosisnya sesuai kebutuhan tubuh (sudah tertera dalam tiap takaran). Kelemahan dari metode ini adalah harganya yang relatif mahal dan apabila dikonsumsi secara berlebihan bisa mengganggu bahkan berbahaya bagi kinerja organ tubuh tertentu.


Nah, dari penjelasan diatas sekarang Anda sudah tahu bukan apa saja perbedaan antara fortifikasi dan suplementasi? Keduanya adalah metode yang sering digunakan oleh pemerintah guna mengatasi masalah kekurangan gizi yang ada di Indonesia. Meskipun begitu, keduanya adalah metode yang berbeda.

Next article Next Post
Previous article Previous Post