Thursday, June 3, 2021

author photo

Daftar isi [Tampil]

Ikterik merupakan salah satu istilah dalam dunia medis yang merujuk pada suatu kondisi kesehatan yang tidak wajar. Secara umum, ikterik ini identik dengan perubahan warna pada beberapa bagian tubuh. Misalnya adalah bagian kulit, putih mata, serta selaput lendir.


Masyarakat awam lebih mengenal ikterik dengan istilah penyakit kuning. Biasanya sering terjadi pada bayi yang baru lahir, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada orang dewasa. Penyebab gejala ini yang paling utama adalah tidak seimbangnya kadar bilirubin dalam darah.

Apa Itu Ikterik?

Dari segi bahasa, ikterik termasuk dalam kata sifat yang berasal dari icterus (jaundice). Kata ini bermakna perubahan warna kuning yang terjadi pada selaput lendir, kulit, serta bagian putih mata. Penyebab kondisi ini adalah karena peningkatan jumlah bilirubin dalam darah yang terlalu banyak.

kelianan ikterik pada selaput mata
kelainan ikterik pada selaput mata

Jika Anda mengalami perubahan warna kulit menjadi kuning atau tidak seperti pada kulit normal yangs semestinya, perlu sekali untuk waspada. Pasalnya kondisi kulit yang berubah menjadi kuning ini, bisa juga menjadi salah satu tanda dari adanya penyakit yang mendasarinya.

Gejala Utama Ikterik

Secara umum gejala Ikterik yang paling mudah terlihat adalah timbulnya warna kuning pada beberapa bagian tubuh. Warna kuning ini biasanya lebih mudah muncul pada bagian kulit, mukosa, dan juga konjungtiva. Selain itu beberapa gejala utama dari kondisi ikterik ini antara lain:


  • Terjadinya dehidrasi dan asupan kalori yang tidak adekuat. Contohnya adalah muntah dan juga kurang minum.
  • Kulit terlihat pucat karena sering berkaitan dengan anemia hemolitik atau bisa juga karena kehilangan darah ekstravaskuler.
  • Trauma pada saat lahir, pendarahan kepala (sefalhematom), bruising, serta adanya perdarahan lainnya yang sifatnya tertutup.
  • Adanya pletorik atau penumpukan darah, serta polisitemia yang disebabkan karena tali pusat bayi terlambat dipotong.
  • Timbulnya gejala letargi, serta gejala sepsis yang lain.
  • Muncul petekie atau bintik merah di kulit. Kondisi ini lebih sering dikaitkan dengan terjadinya infeksi kongenital, eritroblastosis, serta sepsis.
  • Mikrosefali atau suatu kondisi dimana ukuran kepala lebih kecil dari ukuran normal. Kelainan ini dikaitkan dengan adanya anemia hemolitik, penyakit hati, dan infeksi kongenital.
  • Gejala pembesaran limpa dan hati yang sering disebut dengan hepatosplenomegali.
  • Munculnya peradangan umbilikus (omfalitis)
  • Terjadi defisiensi aktivitas tiroid atau yang disebut hipotiroidisme.
  • Muncul massa pada abdominal kanan. Kondisi ini berkaitan dengan duktus koledokus.
  • Feses dempul yang disertai dengan urin berwarna coklat. Apabila menemukan kondisi ini, bisa saja mengarah pada ikterus obstruktif yang harus segera di konsultasikan pada bagian hepatologi.

Meskipun banyak orang yang menganggap penyakit ini sebagai kondisi yang wajar, namun akan lebih baik jika Anda segera memeriksakan diri ke dokter ketika muncul gejala tersebut. Ikterik yang tidak tertangani akan membuat kadar bilirubin tidak terkendali dan menyebabkan kondisi kesehatan yang lebih serius.

Next article Next Post
Previous article Previous Post