Thursday, June 3, 2021

author photo

Daftar isi [Tampil]

Istilah diaphoresis atau diaforesis, adalah suatu gejala yang disebabkan dari gejala kesehatan tertentu. Namun secara umum, kondisi ini tidak dikategorikan sebagai penyakit. Gejala umum pada orang yang mengalami diaforesis adalah mengalami keringat dingin.


Secara awam, mungkin Anda cukup familiar dengan istilah keringat dingin. Dalam istilah medisnya dinamakan diaforesis. Keringat dingin ini dapat diakibatkan oleh kondisi tertentu yang tidak sampai mengancam nyawa atau berbahaya.

Pengertian Diaforesis

Dalam istilah medis, diaforesis diartikan sebagai suatu kondisi dimana keringat muncul berlebihan dan tidak wajar. Hal tersebut mungkin saja disebabkan adanya syok atau bisa juga karena kondisi medik yang lainnya.

gejala diaforesis atau keringat dingin
gejala diaforesis atau keringat dingin

Keluarnya keringat dingin ini terjadi secara mendadak, bahkan bisa tanpa adanya aktivitas tertentu. Selain syok, pemicu terjadinya diaforesis ini karena adanya gangguan kecemasan, hipoksia, diabetes, serangan jantung, hipertiroid, reaksi alergi, serta penggunaan beberapa obat.

Penyebab Terjadinya Diaforesis

Keringat dingin atau diaforesis ini bisa terjadi mulai dari yang paling ringan hingga yang berbahaya. Walaupun beberapa gejala tidak menimbulkan hal yang membahayakan bagi tubuh, namun ada beberapa penyebab yang harus diwaspadai. Berikut adalah beberapa penyebab dari diaforesis:

1. Gangguan Kecemasan

      Pada saat mengalami gangguan kecemasan, Anda bisa terkena serangan panik. Tingkat kecemasan yang terjadi dapat bervariasi tergantung dari situasinya. Serangan panik ini akan ditandai dengan keluarnya keringat dingin, sesak nafas, hingga jantung yang berdetak lebih cepat.

2. Hipoksia

      Hipoksia adalah suatu kondisi yang dialami oleh seseorang, yang diakibatkan karena kekurangan oksigen.  Hal ini akan menyebabkan keringat dingin karena tertutupnya saluran napas. Bisa juga terjadi karena kondisi keracunan dan adanya cedera pada tubuh.

3. Diabetes

      Keringat dingin bisa menjadi tanda awal tubuh mengalami hipoglikemia atau rendahnya kadar gula tubuh. Kondisi ini akan dialami bagi Anda yang memiliki penyakit diabetes. Gejala penyerta lainnya adalah pusing, gemetar, dan pandangan kabur.

4. Hipertiroid

      Hipertiroid terjadi ketika kelenjar tiroid berubah menjadi terlalu aktif dan memproduksi terlalu banyak hormon tiroid. Kondisi ini berdampak pada metabolisme yang semakin terpacu sehingga menyebabkan keluarnya keringat dingin.

5. Serangan Jantung

      Penyebab timbulnya keringat dingin yang lainnya adalah serangan jantung. Gejala ini terjadi karena ada bagian otot jantung yang mengalami kerusakan. Penyebab kerusakannya adalah adanya penyumbatan arteri koroner.


      Akibat dari penyumbatan tersebut, oksigen yang ada dalam darah tidak dapat sampai ke jantung. Tanda-tanda umum pada serangan jantung adalah sesak napas, mual, muntah, sakit dada yang menjalar ke leher, rahang, dan lengan, serta bisa mengakibatkan pingsan.

6. Syok atau Rasa Sakit

      Keringat dingin bisa muncul karena Anda mengalami rasa sakit yang tidak tertahan, bisa juga karena syok ketika terjadi kecelakaan terutama kecelakaan yang cukup berat. Keringat dingin menjadi pertanda adanya penurunan tekanan darah dan peningkatan detak jantung.


Meskipun terlihat sepele, keringat dingin menjadi salah satu tanda terjadinya penyakit yang mungkin membahayakan. Selain beberapa penyebab di atas, diaforesis juga terjadi karena gejala kanker, anafilaksis, menopause, sepsis, serta akibat penggunaan beberapa obat tertentu.

Next article Next Post
Previous article Previous Post