Saturday, April 16, 2022

author photo

Daftar isi [Tampil]

Mempelajari aksara Sunda memang menarik bagi sebagian orang. Jadi, tidak hanya aksara Jawa. Mempelajari aksara Sunda juga ternyata begitu menyenangkan. Kamu tidak akan terkesan kuno jika belajar aksara Sunda. Tapi sebaliknya, memahami aksara Sunda akan membuat kamu lebih kaya akan wawasan budaya dan tradisi di Tanah Air.


Dengan mempelajari aksara Sunda maka kamu telah berpartisipasi dalam melestarikan dan menjaga tradisi kesundaan. Betapa tidak, aksara Sunda ternyata sudah ada sebelum abad ke-17. Berikut ini kami translatator aksara Sunda online untuk memudahkan kamu dalam mempelajarinya.

Alat Translate Huruf Aksara Sunda

Latin
Aksara Sunda
** Bila hasil copy ke PC tampil kotak-kotak (), maka wajib install font sunda. Download disini 

Tools Menarik Lainnya dari Sebuahutas.com

Apa itu Aksara Sunda?

Aksara Sunda adalah aksara yang digunakan oleh masyarakat Sunda dan merupakan hasil kreativitas serta kearifan lokal. Aksara Sunda banyak dipengaruhi oleh aksara Pallawa.


Aksara Pallawa atau kadang juga ditulis Pallava sendiri adalah sebuah aksara yang berasal dari India selatan dengan bahasanya yang kerap kita kenal dengan bahasa Sansekerta. Aksara Sunda banyak ditemukan dalam sejarah naskah kuno, prasasti dan lain sebagainya.


Aksara Sunda sendiri berjumlah 32 buah, yang terdiri dari tujuh aksara swara atau vokal (a, é, i, o, u, e, dan eu) dan 25 aksara ngalagena atau konsonan (ka-ga-nga, ca-ja-nya, ta-da-na, pa-ba-ma, ya-ra-la, wa-sa-ha, fa-va-qa-xa-za-kha-sya). Sedangkan aksara fa, va, qa, xa, kha, sya dan za adalah aksara Sunda baru yang digunakan untuk mengonversi bunyi aksara lain.

Pembagian Aksara Sunda

Dalam keseharian, aksara Sunda terbagi menjadi jenis antara lain sebagai berikut:

#1. Aksara Sunda Nyaeta

Aksara Sunda merupakan aksara atau huruf yang digunakan dalam penulisan kata dan bahasa sehari-hari masyarakat Sunda. Dalam kaidah penulisannya, aksara Sunda tidak jauh berbeda dengan aksara Jawa yang diawali dengan huruf ‘ha’ dan diakhiri dengan huruf ‘nga’. Jenis huruf Sunda sendiri terdiri dari empat yaitu Aksara Sunda Kuno, Aksara Sunda Pegon, Aksara Sunda Cacarakan serta aksara Sunda Baku. 

#2. Aksara Sunda Kaganga (Buhun)

Huruf Sunda yang akan dipelajari adalah Kagangan atau sering disebut juga aksara Sunda Buhun. Aksara ini terdiri dari 32 huruf dan dibagi menjadi tujuh bunyi vokal atau Aksara Swara dan 25 huruf mati atau Aksara Sunda Ngalagena:

1. Aksara Sunda Swara

Aksara Sunda Swara memiliki tujuh bunyi vokal yang berbeda dengan huruf vokal pada bahasa Indonesia yang hanya memiliki lima bunyi vokal saja. Jadi selain ada a, i, u, e, o, ada juga tambahan seperti eu dan é.

huruf vocal dalam aksara sunda
huruf vocal dalam aksara sunda

Contoh pengucapan huruf vokal é adalah ketika kamu mengucapkan kata ‘Lele’. Sedangkan untuk huruf vokal eu seperti kamu mengucapkan ‘Peuyeum’.


  • Aksara Swara ‘a’ contohnya anyar (baru), tiasa (bisa), dan sia (lo/kamu).
  • Aksara Swara ‘i’ contohnya ucing (kucing), daun, dan bau.
  • Aksara Swara ‘é’ contohnya élang, daék (bersedia) dan saé (bagus).
  • Aksara Swara ‘eu’ contohnya eusi (isi), baeud (marah), dan ieu (ini).
  • Aksara Swara ‘o’ contohnya oray (ular), naon (apa), dan néo.
  • Aksara Swara ‘u’ contohnya udah, udin, dan usang.

2. Aksara Sunda Ngalagena

Aksara Sunda Ngalagena atau konsonan mati berjumlah 25 yang sangat familiar untuk percakapan sehari-hari. Aksara ini tersusun dari 18 huruf untuk bunyi paling utama (Sunda asli) serta ditambah dengan 7 bunyi serapan sehingga membuatnya ditotal menjadi 25 huruf.

huruf konsonan dalam aksara sunda
huruf konsonan dalam aksara sunda

Untuk bunyi utama terdiri dari ka, ga, nga, ca, ja, nya, ta, da, na, pa, ba, ma, ya, ra, dan la. Kemudian untuk bunyi serapan sebagai pelengkap aksara ini diantaranya –fa, -qa, -va, -xa, -za, -kha, dan –sya. Hampir tidak pernah ditemukan huruf f, v, dan x.


Hal tersebut membuat banyak orang mengatakan bahwa orang Sunda tidak dapat mengucapkan kata yang berawalan dengan huruf-huruf tersebut. Misalnya, ‘fitnah’. Seringkali orang Sunda justru menyebutnya dengan ‘pitnah’.

3. Rarangkén Aksara Sunda

Bunyi dasar ‘a’ pada setiap konsonan ternyata dapat berubah menjadi i, u, é, e, eu, dan o. Perubahan ini dipengaruhi oleh Rarangkén atau maknanya merujuk kepada jenis sisipan. Dalam aksara Sunda, Rarangkén dibagi menjadi 14 jenis yaitu:

a) Rarangkén Luhur

Rarangkén Luhur artinya adalah di atas. Rangkaiannya terdiri dari lima jenis yang semuanya ditulis di bagian atas huruf konsonan (Ngalagena), di antaranya adalah:


  • Panghulu, untuk mengubah bunyi ‘a’ menjadi ‘l’.
  • Pamepet, untuk mengubah bunyi ‘a’ menjadi ‘e’.
  • Panglayar, untuk menambahkan bunyi ‘+r’ di akhir kata.
  • Paneuleung, untuk mengubah bunyi ‘a’ menjadi ‘eu’.
  • Panyecek, untuk menambah bunyi ‘+ng’ pada akhir kata.
b) Rarangkén Handap

Rarangkén Handap artinya adalah di bawah. Jadi, penulisan aksaranya berada di bawah huruf konsonan, yaitu:


  • Panyuku, untuk mengubah bunyi ‘a’ menjadi ‘u’.
  • Panyakra, guna menambah sisipan ‘+r’ di antara konsonan serta vokal.
  • Panyiku, guna menambah sisipan ‘+l’ di antara konsonan dan vokal.
c) Rarangkén Sajajar

Rarangkén Sajajar artinya sejajar. Jenis sisipan ini ditulis sejajar dengan huruf konsonan dan terdiri atas lima macam, di antaranya:


  • Panéleng, berguna untuk mengubah bunyi ‘a’ menjadi ‘e’.
  • Pamingkal, berfungsi untuk menambah bunyi sisipan ‘+y’ di antara vokal dan konsonan.
  • Panolong, berguna untuk mengubah bunyi ‘a’ menjadi ‘o’.
  • Pamaéh, berfungsi untuk membuat huruf konsonan menjadi mati.
  • Pangwisad, berguna untuk menambah bunyi ‘+h’ di akhir kata.

4. Aksara Angka

penulisan angka dalam aksara sunda
penulisan angka dalam aksara sunda
Dalam aksara Sunda juga terdapat aksara angka., mulai dari angka satuan, puluhan, ratusan dan seterusnya. Semua itu ditulis dari arah kiri ke kanan seperti penulisan pada umumnya. Meski demikian, ada beberapa bentuk aksara angka yang mirip dengan aksara huruf. Oleh sebab itu penulisan lambang angka harus diapit dengan garis vertikal yang lebih tinggi dari aksara tersebut.

5. Aksara Tanda Baca

Aksara tanda baca atau juga dikenal dengan pungtuasi pada aksara Sunda adalah tanda baca yang digunakan untuk melengkapi suatu kalimat. Tanda baca dalam bahasa Sunda sendiri terdiri dari beberapa jenis seperti tanda baca dalam bahasa latin, seperti koma (,), titik (.), titik dua (:), titik koma (;). tanda seru (!), tanda tanya (?), tanda kutip (“…”), tanda hubung (-), hingga tanda kurung (()).


Dalam penulisan tanda baca dalam aksara Sunda, ukurannya disesuaikan dengan ukuran aksara Sunda itu sendiri. Tapi uniknya, penulisan pangkat, jabatan atau gelar akademis dalam aksara Sunda mengikuti tata tulis huruf latin.


Meski demikian, sebenarnya mempelajari aksara Sunda dengan tools translator latin-aksara sunda dari Sebuahutas.com diatas tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Kamu hanya perlu cermat dan teliti dalam mempelajarinya satu persatu. Sebab sub-sub dari jenis aksara Sunda cukup detail dan beragam. Selamat mempelajari aksara Sunda!

Next article Next Post
Previous article Previous Post